Mengenal Linux

Jika ada pertanyaan mengenai apa sistem operasi yang paling populer di masyarakat? Penulis yakin jawaban kita akan sama, yaitu Microsoft Windows. Penulis sendiri di awal perkenalan dengan yang namanya komputer langsung bertemu Windows 98 sekitar tahun 2006 lalu saat masih SMA. Satu komputer untuk 2 siswa namun tidak menyurutkan semangat untuk belajar. Bahkan, saya sampai rela untuk pulang sore setiap hari hanya untuk bisa berlama-lama di lab sekolah dan itu berlangsung sampai saya tamat 3 tahun kemudian.

Saat memasuki bangku kuliah D1 tahun 2013, mulai mengenal yang namanya Windows XP di lab komputer kampus (walaupun saat itu sudah ada Windows 7). Sempat mencicipi Windows 7 dan akhirnya Windows 8 (terpaksa beralih karena saat membeli notebook tidak support Windows 7). Sekitar tahun 2015 lalu, Windows 10 mulai diperkenalkan dan saya pun tidak mau ketinggalan untuk mencobanya (veri trial karena tidak mampu membeli yang full). Harus penulis akui, Windows 10 sempat menciptakan keraguan berpindah ke lain hati karena tampilan desainnya yang wah…

win10
Tampilan Windows 10

Inti dari cerita saya di atas adalah, saya sempat menggunakan Windows  dan kesan saya setelah sekian lama antara lain  :

  • User friendly, atau bahasa mudahnya tampilannya bersahabat untuk pengguna.
  • Instal aplikasi-aplikasi pendukung mudah, tinggal klik kiri file aplikasi (biasanya format .exe atau .msi) atau bisa juga klik kanan kemudian Run. Selanjutnya tinggal next dan next sampai muncul tombol Finish.
  • Masalah driver (terutama laptop/netbook/notebook), tinggal instal dari CD Driver bawaan atau bisa juga download dari situs resmi vendornya
  • Antivirus merupakan barang wajib, jika tidak bisa terjangkit virus2 berbahaya yang mengganggu kinerja komputer
  • Ada versi original dan ada versi bajakan (ini baru penulis ketahui saat memasuki dunia perkuliahan)
  • Poin keempat dan kelima adalah alasan penulis untuk beralih ke sistem operasi Linux

Lantas, apakah penulis pada akhirnya mempunyai penilaian bahwa Windows itu jelek? Tentu tidak, karena seperti kata pepatah tiada gading yang tak retak. Di sini, saya hanya mencoba memperkenalkan salah satu contoh sistem operasi open source yang bisa menjadi alternatif yaitu Linux. Dalam penjabarannya penulis membaginya ke dalam 5 poin penting, yaitu :

  1. Apa itu Linux ?
  2. Mengapa Linux ?
  3. Bagaimana memulai menggunakan Linux ?
  4. Di mana mendapatkan Linux ?
  5. Kapan mulai menggunakan Linux ?

Apa itu Linux ?

  • Linux pada awalnya adalah kernel sistem operasi  yang diciptakan oleh Linus Torvald
  • Linux bersama-sama dengan Proyek GNU bergabung menjadi satu sistem operasi yang lengkap yang dikenal dengan nama GNU/Linux
  • Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja. Sampai saat telah lahir berbagai macam distro yang merupakan distribusi ulang dari Linux itu sendiri
  • Linux kernel dan sebagian besar perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama.
  • Ulasan mengenai lisensi software open source bisa dibaca di sini 

Mengapa Linux ?

  • Distro Linux umumnya free (bebas dipergunakan dan didistribusikan), dengan demikian dapat menghemat pengeluaran kita
  • Linux lebih aman dari virus, di sini saya katakan lebih aman dan bukan 100% aman karena ada juga virus untuk Linux

Bagaimana memulai menggunakan Linux ?

Ada dua pilihan dalam menggunakan Linux, yang pertama dengan cara diinstal langsung di komputer/laptop kita dan yang kedua melalui Live CD. Live CD tidak berarti harus menggunakan media CD, tetapi bisa juga lewat DVD ataupun USB Drive. Melalui Live USB, kita bisa mencoba Linux seperti layaknya sudah terinstal di komputer kita.

Di mana mendapatkan Linux ?

Setiap distro Linux memiliki situs website di mana kita bisa mengunduh filenya, seperti misalnya saya ambil beberapa contoh distro yang populer :

Kapan mulai menggunakan Linux ?

Kapan ? semakin cepat semakin baik. Namun saran saya jika pembaca sekalian masih belum 100% yakin (walaupun sudah mencoba Live CD), bisa instal Linux dengan cara dualboot dengan Windows.

best-linux-distros-linuxmint
Tampilan Linux Mint 17

Sebagai catatan penulis saat ini menggunakan Slackware 14.2 dan Linux Mint 17.3

 

 

Slackware140-Xfce410
Tampilan Slackware 14

 

 

Advertisements

Author: dsukabagus

mari belajar bersama....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s